Akhir 2018, komunitas Dota 2 Indonesia patut berbangga usai raihan Tigers yang menjadi juara DreamLeague Season 11. Hebatnya lagi, ada dua pemain Indonesia yang terlibat atas raihan tersebut. Salah satunya adalah Kenny "Xepher" Deo yang saat ini bermain di tim Dota 2 asal Malaysia, Geek Fam.

Beberapa waktu lalu, redaksi AEGIS berkesempatan untuk mewawancarai Xepher yang baru saja sampai di bootcamp Geek Fam di Malaysia saat itu. Ia menceritakan pengalamannya memulai karir profesional di Dota 2, kesuksesannya menjuarai DreamLeague Season 11, dan pendapatnya akan Dota 2 di Indonesia.

Bagaimana awal mula mengenal DOTA?

"Awalnya kenal DOTA itu dari lihat koko main sama temannya. Mainnya pas itu di warnet di daerah Cengkareng dan mainnya kebanyakan di midlane"

Kenapa memilih bermain di posisi support?

"Sederhana sih karena posisi support itu posisi yang susah banget dicari. Tapi maunya main di posisi support 4. Ga mau main support 5.

Kapan mulai karir kompetitif di DOTA?

Saat main di warnet, terus coba diajak ngetim, lama kelamaan masuk ke industri esports. Awalnya memulai kompetitif tahun 2012 di Zero Latitude. Sempat masuk ke TEAMnxl> sebelum akhirnya ke RRQ.

Waktu itu saat masih di ZL sama Nxl, RRQ masih menjadi tim terkuat dan pemainnya juga terkenal. Tidak menyangka sih sempat bisa mengalahkan mereka di turnamen GEST.

Untuk menjadikan tim yang bisa menembus The International, menurut kamu apa saja yang harus dibutuhkan tim?

"Pasti ada passion, pengalaman gua saat RRQ dari yang tidak ada nama jadi menang-menang terus, kaya passionnya uda stop. Menurut gua apa-apa dari passion, membangun tim jangka panjang juga datang dari passion. Kalau kamu ga ada passion, mau kamu membangun tim selama apapun kamu ga bakal meningkat kemampuannya.

Kalau diperhatikan cuma BOOM semakin jangka panjang semakin jago, biasanya kalau dulu di jaman Dota 2 Indo dulu semakin lama tim justru semakin cupu. Justru tim-tim yang baru malah kuat banget karena mereka ingin membuktikan kalau mereka masih punya value, gua itu layak di tim ini. Tapi kalau uda tau timnya jago, gua ga perlu lagi kasi value gua. Ibarat kata seperti itu.

Meski step untuk menuju TI masih panjang mulai dari minor, major, sampai akhirnya bisa ke TI. Kenapa pemain DOTA  Indo terkesan cepat puas akan pencapaian mereka?

"Mungkin tadinya dari yang awalnya ga bisa menghasilkan apa-apa di game ini tiba-tiba bisa menghasilkan. Mungkin yang tadinya harus main di warnet, kasi effort lu di warnet buat nunggu 1 jam. Sekarang sudah punya gaming house sendiri, punya penghasilan sendiri, jadi terlalu nyaman."

Mungkin tadinya lu ga bs hasilin dari game tiba2 menghasilkan. Harus main di warnet, effort lu, harus nunggu di warnet 1 jam. Skrng dah pny GH, pny penghasilan, jadi terlalu nyaman.

Bagaimana ceritanya bisa masuk ke TNC Tigers?

"Januari sudah ditawarin, kita tertarik sama kamu. Terus habis itu IGC, menurut gua uda cukup desperate situasinya saat itu dan gua memutuskan untuk lepas dari zona nyaman. Gua yang nawaran diri untuk masuk ke TNC Tigers

Saat bersama TNC Tigers, kalian nyaris lolos ke TI9 sebelum akhirnya harus kandas. Bagaimana perasaanya saat itu?

"Tidak bisa berkata banyak sih saat kami kalah dan intinya sedih banget. Pengalaman kita juga kalau mental kita masih belum layak. Mungkin saat itu, kita sudah mulai menang dan dari mental pemain sudah hype dan kita hilang fokus. Dari hilang fokus, kita kepunish aja.

Saat berhasil menjadi juara DreamLeague Season 11, apa yang membuat kamu bisa menjadi juara?

"Kontribusi terbesar, kita fokus ke gamenya aja, tidak berpikir menang kalah . Sebelum grand final melawan NaVi, 1437 ada bilang kalau kita harus siap kalau kita main 5 game dan beneran jadi 5 game."

Pernah bermain bersama beberapa pemain yang menembus TI seperti 1437, Mushi, dan Dendi, pelajaran apa yang didapatkan ketika bermain bersama mereka?

"Dari try hardnya beda, tryhardnya Indo sama di luar beda. Tryhardnya mungkin dari cara dia memberikan waktunya  untuk DOTA. Kalau di Indo, lebih gampang stress, kalau di luar mentalitasnya lebih kuat. Selain itu dari segi pembahasannya kalau di luar pembahasannya lebih masuk akal dibandingkan di Indo.

Ada satu pemain dari Surabaya dan saat ini bermain di akademi PG Barracx namanya Vinz. Ada beberapa momen, dia meningkat banget permainnya tapi sekarang jalan di tempat. Ketika kamu sudah try hard tapi gitu-gitu aja kemampuannya. Apa tipsnya?

"Mungkin dari zona nyaman sih, kamu uda main banyak dan itu memang try hard tapi kalau menurut gua. Main banyak pun belum tentu bisa improve dan dari segi knowledge lebih susah karena pengalamannya itu-itu aja.

Gua juga sempat ngestuck, kayanya udah cukup bagus mainnya. Tapi kalo diliat lebih atas lagi contohnya Yapzor ya gua kalah kalo dilawan sama dia. Selain itu mengubah sifat-sifat jelek juga penting biar bisa meningkat.

Dengan kehadiran coach yang sekarang banyak terlihat di kompetitif DOTA, apakah memberikan pengaruh dan perkembangan kepada tim?

"Sebenarnya tergantung dari coachnya sih menurut gua, ibaratnya dengan kehadiran coach ada satu orang yang butuh mechanical skill fokusnya cuma untuk mikir namun impactnya bisa jadi gede, bisa jadi negatif.

Lebih ke bagaimana cara dia ngajarinnya, mungkin banyak coach yg jelek, dia maksa melakukan hal ini tapi penjelasannya kurang jelas.. Contohnya lu harusnya kesini, ditanya buat apa ya pokoknya harus kesini. Akhirnya dari penjelsannya justru malah bikin orang jadi makin bingung.

Terakhir buat menyimpulkan podcast kita, menurut kamu kondisi dari tahap esports di Indonesia terutama di DOTA dari segi amatir, semi pro, sampai ke kancah profesional gimana?

Turnamen Dota 2 yang skala besar sekarang jarang terlihat ditambah lagi turnamen skala amatir juga jarang. Apa yang dilakukan AEGIS sama apa yang dilakukan PG Barracx juga lumayan bagus. Kayak kamu punya talenta dan ada lahan buat menunjukkan diri.

Xepher berhasil memastikan tempat bersama Geek Fam di DOTA Summit 11 yang diadakan di Los Angeles, Amerika pada tanggal 7-10 November 2019. Yuk, sobat AEGIS berikan dukungan kepada Xepher yang menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di turnamen ini!

Kunjungi

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

www.ae-gis.id

Instagram : aegis.ggFacebook: @aegis.id