Game pertama, adalah game yang super cepat. TNC Predator mengambil game ini dengan cukup mudah. Alasan utama kenapa mereka bisa mengambil dengan cukup mudah adalah karena pick yang terjadi di game ini.

Game 1


Source : Dotabuff.com

Pelajaran Pertama : Pahami Draft musuh akan kemana, dan sisipkan 1-2 hero Counter!


Memasuki di game pertama di Grand Final, TNC melakukan pick pertama pada Chen dan nantinya di pick berikutnya mengambil Enigma dan Lycan.

Source : Dotabuff.com

Kita bisa lihat setelah pick phase ke 16, ada 2 slot hero yang tersisa dari tim Gambit dan sudah seharusnya Gambit bisa melihat apa yang terjadi ketika sudah ada Chen & Enigma di dalam satu tim.
Chen dan Enigma bisa mengambil tower demi tower dengan cepat.

Itu adalah strategi yang terlihat ketika Enigma sudah terambil dikombinasikan dengan Chen, Menariknya Gambit tetap mengambil Drow sebagai pick ke 17 yang notabene tidak memiliki tools apapun untuk melakukan clear wave atau mengatasi permasalahan banyaknya unit yang dimiliki oleh TNC.

Lebih Menariknya lagi adalah, ketika TNC memutuskan mengambil Lycan di pick ke 21, Gambit justru memilih Storm Spirit yang kemungkinan besar di pick dikarenakan ada Drow aura dibandingkan hero yang memiliki kemampuan untuk clear wave.

Game 2

Source : Dotabuff.com

Pelajaran kedua : Online lebih cepat memenangkan meta Dota saat ini !

Di game kedua ini, menurut saya sendiri TNC terkena outdrafted. Mereka memilih 3 hero yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk segera Online(Online adalah istilah dunia dota dimana bisa teamfight lebih cepat dibandingkan musuh). Kita melihat ada Dragon Knight di mid lane, Ogre di Offlane dan juga Slark yang berada di Safe lane. Ketiga Hero ini membutuhkan farm yang banyak untuk bisa melakukan teamfight dan support mereka tidak bisa bertarung di teamfight sendirian. Sebaliknya, Gambit memiliki Gyro, Ember dan juga Batrider sebagai core mereka yang relatif ke-tiga hero ini tidak membutuhkan farm yang banyak untuk bisa segera online. Bahkan ketiga hero ini bisa berperang dari awan dan memiliki cooldown spell yang cepat.

Meskipun, bila kita melihat gamenya TNC memiliki Lane yang cukup OK, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika Gambit menginisiasi perang sampai core dari TNC memiliki 2 midas. Lebih menariknya lagi, TNC memilih untuk membeli tiga midas di ketiga core mereka, yang sebenernya sangat tidak direkomendasikan. Mungkin rencana mereka adalah, Mendelay game selama mungkin sampai mereka memiliki networth yang cukup untuk melakukan teamfight.

Sayangnya TNC tidak mampu melakukan itu, dan terus menerus kehilangan Objektif, meski mereka memiliki support lina dan Keeper of The light dimana kedua hero ini sangatlah bagus untuk membersihkan clear wave yang datang. Ketika perang muncul, mereka selalu terus-menerus kalah dikarenakan cores mereka terlalu Greedy dibandingkan dengan cores dari Gambit.

Kenyataanya, di Meta saat ini : Team Fight win Games. Jelas tetep ada skenario dimana, menghindari teamfight dengan menggunakan rat ataupun split push dilakukan. Namun, game akan menjadi lebih sulit bila sebagai tim kamu terus menerus menghindari Teamfight. Dengan memiliki draft yang lemah di teamfight, kamu akan membuat game itu menjadi lebih sulit dibandingkan yang seharusnya.

Source : Dotabuff.com // 3 Midas yang dimiliki oleh Cores TNC

Game 3

Source : Dotabuff.com //Memahami Power Spikes setiap hero

Pelajaran Ke-tiga : Pahami Power Spikes!
Game ketiga ini hampir sama seperti game sebelumnya dimana, Gambit memiliki draft yang mempunyai superior teamfight dibandingkan TNC. Pada game ketiga ini, Gambit memiliki cores yang potensi early-mid gamenya lebih strong dibandingkan TNC.


TNC, dipaksa untuk melakukan split-push terus menerus dan bermain di lane yang tidak dimainkan oleh gambit dari early-mid game. Namun, dengan hadirnya KoTL yang memiliki Illuminate, Mirana’s Starfall, Templar Assasin’s Trap, dan juga Naga Siren dengan kemampuan split push yang menggunakan Naga’s Mirror. Mereka mampu untuk melakukan defending objektif tower mereka atau mendapatkan trade ketika objektif mereka diambil oleh Gambit esports.

Tujuan TNC hanyalah satu : Menunggu Naga Siren nya Gabi untuk segera GEMUK. Dan itu adalah yang sangat dipahami oleh TNC di game ketiga ini, mereka bermain sesuai rencana hingga akhirnya mereka bisa mengambil teamfight yang sudah merekat unggu-tunggu. Power Spike di game ketiga ini sangat dipahami oleh TA, yang melakukan early rosh dengan Desolator, Pipe yang awal dibeli oleh Night Stalker, Mekans di mirana, dan akhirnya diffusal dan manta dari Naga Siren sehingga membuat mereka bisa menguasi map control dan justru malah Mem-pressure balik Gambit Esports.
Side Tips : Map Control dan Map Pressure itu sangat penting.

Game ke-Empat

Game Ke empat adalah contoh kehadiran support yang berdampak sangat berpengaruh terhadap jalannya game. Terkadang di dunia profesional dota, support dan hero utility (Offlaner) biasanya akan di pick terlebih dahulu, dan core heroes seperti carry ataupun mid akan di pick di phase terakhir untuk mengcounter semua draft dari hero musuh. Namun, dalan praktek terkadang ada momen dimana support meng-counter hero musuh. Inilah yang terjadi, Winter Wyvern mengcounter Blackhole enigma dengan winter curse dan duel dari Legion dengan Cold Embrace.

Pelajaran ke Empat : Potensi Hero Support pick yang mampu mengcounter draft musuh!

Draft pick-ban sendiri merupakan salah satu fase yang PENTING di kancah profesional dota 2. Captain Mode sebagai aturan permainan di dunia turnamen, membuat tim memiliki dua giliran. Antara first pick ataupun second pick. Disini bisa kita lihat dengan second pick yang dimiliki oleh Gambit, ia membuka Kunka terlebih dahulu karena kunka termasuk Versatile pick (Hero yang bisa dijadikan role Offlane ataupun role Mid). Dengan dibukanya Winter Wyvern sebagai pick ketiga, Gambit bisa memilih Carry sebagai pick ke empat untuk meng-counter pick Legion Commander yang sudah pick oleh TNC.

Kembali ke Winter Wyvern, dengan memili Winter’s Curse enigma di game ini meskipun memiliki BKB tidak akan bisa menggunakan blackholenya sedangkan bila ia harus membeli BKB dan Linken. Bukanlah situasi yang ideal bagi Enigma, karena waktu dimana ia memiliki BKB dan linken biasanya stage game sudah berada di Late Game.

Game 5

Source : Dotabuff.com

Di game terakhir ini, kedua tim benar benar memberikan effort terbaik mereka untuk mendapatkan trofi kejuaraan ESL HAMBURG. Namun, dengan kehadiran satu hero SAJA, game menjadi one sided ke arah TNC karena trik yang sederhana. Cheese Hero.

Pelajaran Ke-Lima : The power of Cheese Hero !

Game ini adalah contoh hebat bagaimana suatu cheese hero bisa menjadi “momok” untuk tim musuh. Di kasus ini, TNC melakukan pick ke-empat Alchemist setelah melihat 4 hero Gambit Esports. Meskipun Gambit sudah melakukan ban terhadap NightStalker, TNC masih memiliki satu hero tersembunyi untuk Gabbi yang menjadi Spacemaker-Objektif Finder di game ini yaitu Bristleback.

Alchemist yang di pick, ternyata memberikan payoff yang sangat besar terhadap TNC dikarenakan tidak ada hero yang punya kemampuan untuk mengkontes farmingnya selama ia berada di Jungle. Terlebih lagi TNC memeiliki 4 hero lain selain Alchemist yang memiliki kemampuan teamfight yang kuat tanpa memiliki networth yang tinggi (Mirana, Abaddon, BB dan juga Undying)

Timing Alchemist yang mendapatkan Uncontested Farm

Dengan Alchemist mendapatkan Radiance di menit 10 game menjadi sangat susah untuk Gambit, dan dengan tanky heroes yang bisa melakukan healing seperti Abaddon dan Undying mereka bisa mendapatkan roshan (berkat armor reduction + medalion yang dimiliki oleh Brtistle back), dilanjutkan oleh melakukan push beserta gold advantage yang dimiliki oleh TNC, Tnc pun mendapatkan well-deserved Victory.

Selamat kepada TNC yang sudah menjuarai Esl Hamburg dengan skor 3-2, dan props to Gambit yang sudah memberikan game yang menarik untuk kita.

Kesimpulan : Di meta ini, teamfight merupakan satu hal yang penting. Pick draft yang memiliki potensi untuk Teamfight secepat mungkin. Bila ingin bermain hard carry (Alchemist,Spectre) pastikan hero lainnya memiliki kemampuan untuk teamfight tanpa membawa sosok hard carry tersebut,

Source : Dotahaven.com

By : [Aegis Flip Flop]

Nah, buat kalian yang ingin ikut berkontribusi di dunia esports Indonesia yuk gabung sebagai coach atau content creator di Aegis? Gak kalah seru juga kalau kamu Ingin lebih jago di game favoritmu ? Yuk gabung dengan AEGIS, First Indonesia Educational Esports Platform!

Kunjungi

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

www.ae-gis.id