Walau DOTA 2 sampai saat ini menyandang status sebagai game dengan turnamen prize pool terbesar dunia dengan kehadiran The International 2019 (US$34,3 juta atau sekitar Rp480,2 miliar) namun ironisnya jumlah pemain mereka terus menerus menurun.

Sumber: Steamchart

Berdasarkan Steamchart, jumlah pemain yang sempat menyentuh 500 ribu pada bulan Juni 2019 terus menerus menurun sampai 388 ribu sampai hari ini (5/11). Angka ini tercatat hampir sama pada Januari 2014 yang menyentuh 394 ribu.

Berbagai hal menjadi penyebab kenapa jumlah pemain DOTA 2 terus menerus menurun bahkan sampai mencapai angka kurang dari 400 ribu pemain.

Pertama, tentu saja dari efek setelah The International 2019. Terlihat dari perbandingan dari bulan Agustus 2019 hingga sekarang yang menurun mencapai lebih dari 17%.

Kurangnya turnamen-turnamen besar dan bergengsi ditambah tim-tim besar seperti OG dan Team Secret yang memutuskan untuk istirahat dari kompetitif membuat DOTA 2 sepi untuk ditonton.

Selain itu, kurangnya update-update dari Valve selaku pengembang DOTA 2 juga menjadi penyebab lain turunnya jumlah pemain. Update Outlanders yang akan menghadirkan 2 hero baru yaitu Snapfire dan Void Spirit baru terjadi seusai MDL Chengdu Major atau pada akhir November 2019.

Terakhir ada bug yang menyebabkan pencarian pertandingan yang lebih lama. Meski Valve berusaha memberikan solusi dengan kehadiran fast queue tetap saja jumlah pemain DOTA 2 masih belum bisa meningkat.

Nah, bagaimana sobat AEGIS menurut kalian apakah ada cara lain untuk meningkatkan pemain di DOTA 2?