Pada beberapa hari terakhir ini dunia Dota 2 ribut dengan satu kasus menarik. Ceb salah satu pemain OG yang menjuarai The International(TI) 8 dihakimi habis-habisan oleh penonton dan player Dota 2. Sebagai salah satu pemain ikonik di Dota 2 , tingkah Ceb sangat disayangkan bagi semua orang, terlebih lagi di komunitas Dota 2 Rusia. Akan tetapi, setiap cerita pasti ada berbagai perspektif yang berbeda. Oleh karena itulah melalui artikel ini, Aegis akan mengupas habis kasus Ceb dan beberapa kasus rasisme lain yang ada di tahun ini.

Kronologi Permasalahan

Beberapa pekan lalu, dalam suatu game ranked di Dota 2 muncul suatu percekcokan antara dua orang pemain. Kedua pemain tersebut adalah Ceb yang menggunakan Necrolyte dan ReiBL yang menggunakan Storm Spirit.

Cekcok seperti ini mungkin adalah hal biasa, apabila yang cekcok hanya player biasa di bracket yang tidak terlalu tinggi dan kompetitif. Akan tetapi pada kasus ini yang cekcok adalah Sebastian “Ceb” Debs. Belum lagi setelah author lihat langsung kronologi kasusnya. Kata-kata Ceb ini terkesan sangat kasar dan tidak layak untuk dilontarkan, apalagi dengan status Ceb sebagai pemain pro di tim OG. Beberapa game memang bisa menguji kesabaran setiap pemain di dalamnya, apalagi jika ada yang toxic.

Game yang seharusnya bisa dimenangkan mudah jadi malah kalah. Source : Reddit

Secara singkatnya terdapat dua perspektif yang menarik. Pertama adalah terkait persepsi kedua belah pihak dalam masalah tersebut. Dotatvru membuat video menarik yang author copas untuk menceritakan persepsi kedua belah pihak. Problem ini dimulai setelah mereka mendapatkan Roshan pertama dan Aegis langsung diambil oleh Ceb. Berikut kedua perspektif pemain tentang Aegis yang diambil oleh Ceb.

Kiri komentar ReiBL dan kanan komentar Ceb. Source: Youtube dotatvru

Semenjak itu game mulai menjadi toxic, apalagi musuh juga melakukan comeback. Hal ini makin memperkeruh suasana. Terlebih lagi setelah Ceb juga mati sia-sia tanpa memanfaatkan Aegis yang dia dapatkan.

Kiri komentar ReiBL dan kanan komentar Ceb. Source: Youtube dotatvru

Sampai game ini berakhir Ceb mulai mengatakan kata-kata kasar di chat. Bahkan post gamepun Ceb juga masih meluapkan kekesalannya di sistem chat. Kata-kata inilah yang sebetulnya sangat disayangkan, apalagi karena Ceb menggeneralisasi pemain Rusia yang ada di timnya juga. Selain itu Ceb juga mengatakan pemain Russia bahkan bisa menjual ibunya demi MMR dan juga kalau mereka adalah “hewan” dari Rusia. Sungguh kata-kata yang sangat pedih apabila orang tidak tau konteks dibalik hal tersebut.

Chat log Ceb dalam game Dota 2 tersebut. Sumber: Reddit

Berkat Reddit Permasalahan ini menjadi Viral

Namanya juga api pasti selalu ada kompornya. Permasalahan ini akhirnya jadi viral setelah ReiBL pemain Storm digame tersebut mengaku dan curhat ke Reddit bahwa dia dibuli oleh Ceb.

Post pemain yang ber nickname ReiBL. Source: Reddit

Setelah selang beberapa waktu, sesuai yang sudah author paparkan. Ternyata cerita dari ReiBL ini tidak lengkap. Player ini menutupi percakapannya sendiri dan hanya menonjolkan sisi buruk Ceb saja. Dia tidak fair karena tidak mengutip perspektif Ceb dalam ceritanya. Akhirnya Ceb membalas dengan comment serupa di Reddit.

Jawaban Ceb terhadap tuduhan ReiBL terhadap dirinya. Source: Reddit

Dari sinilah mulai muncul suatu titik temu, ternyata walau Ceb salah tapi semuanya tidak sepenuhnya karena Ceb. ReiBL juga berperan dalam menyulut emosi dan kemarahan Ceb. Hingga post ini dibuat bahkan banyak Redditor yang menyayangkan sikap ReiBL karena tidak menceritakan ceritanya secara lengkap.

Post Drama: Solo Boikot Ceb di Epicenter Major

Karena masalah ini merupakan isu penting di Rusia, Solo salah satu pemain Virtus Pro atau yang dikenal sebagai 322 “Solo” memprotes keras aksi Ceb. Solo yang juga pernah terkena kontroversi karena tindakannya yang sengaja mengalah dalam game agar mendapatkan uang judi ini tidak setuju apabila Ceb tampil di Epicenter Major. Solo mengatakan apabila komentar negatif-negatif seperti ini apalagi komentar rasisme dibiarkan bisa berbahaya. Apalagi jika pemain yang mengatakannya adalah pemain profesional dan sudah menjadi panutan bagi semua orang.

Komentar Solo dan ancamannya terkait kasus rasisme Ceb. Source: Solo VK

Setelah post ini, OG, Ceb, beserta VP dan Solo mulai mengadakan komunikasi yang intens untuk membicarakan isu rasisme. Hingga pada satu titik, Valve setuju untuk mengadakan pertemuan agar kasus ini bisa diangkat dan mereka berhasil di notice Valve. Disamping itu OG dan VP setuju mengadakan pertandingan persahabatan sebagai simbol bahwa Dota itu mempererat persatuan antar suku, agama, dan ras dan bukan sebaliknya. Untuk menginformasikan proses damai ini, Solo memposting komentarnya di VK dibawah ini.

Cuplikan komentar Solo tentang akhir dari Drama rasisme. Source: Solo VK

Perspektif Penonton “Drama” Rasisme Ceb

Bagi teman-teman author yang budiman dan sudah ditempa di server SEA, pasti tertawa kalau melihat drama ini. Jujur, yang dilakukan oleh Ceb ini memang spesial. Karena Ceb sendiri adalah ikon dan pemain pro Dota 2. Akan tetapi di server lain hal ini juga sama. Lihat saja komentar salah seorang player dari Indonesia ini.

Bukan rasisme tapi hinaan dan di SEA itu adalah hal biasa. Source: Youtube

Konteks rasisme, hinaan, cacian, dan makian adalah hal yang biasa bagi mereka. Tapi sebenarnya ini adalah masalah yang penting untuk diselesaikan. Menghina orang itu bukan tindakan yang terpuji. Bahkan Ceb juga mengakui itu dengan post dan komentarnya di Reddit. OG dengan Ceb juga memutuskan bahwa setiap tindakan ada konsekuensinya. Ceb memilih untuk menjerat Ceb dengan dua hukuman yaitu: semua hasil kemenangan di Epicenter Major harus didonasikan dan Ceb akan didenda senilai gajinya dalam sebulan.

Final Thoughts

Akhirnya permasalahan yang pelik ini berujung pada suatu kemajuan besar di scene Dota 2, yaitu memberantas toxic yang berlebihan. Walaupun bagi sebagian orang hal ini masih ada prokontra juga, tetapi setidaknya Valve sebagai game developer Dota 2 akan mengeluarkan aturan atau setidaknya berinisiatif untuk melakukan hal tersebut. Satu hal lagi yang perlu di note adalah bahwa author sangat setuju apabila Valve melakukan intervensi ataupun ada peraturan yang jelas. Hal ini untuk menjauhi double standard punishment, seperti yang dialami Kuku dan Skemberlu. Apabila semua ini demi kemajuan scene Dota 2 author bakal dukung habis-habisan gaes. Setelah tahu ulasan lengkap dari Aegis, menurut kalian Ceb salah atau tidak sih? Atau sistemnya yang salah? Yuk komen dibawah!


Nah, buat kalian yang ingin ikut berkontribusi di dunia esports Indonesia yuk gabung sebagai coach atau content creator di Aegis? Gak kalah seru juga kalau kamu Ingin lebih jago di game favoritmu ? Yuk gabung dengan AEGIS, First Indonesia Educational Esports Platform!

Jangan lupa kunjungi kami di :

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

Website : www.ae-gis.id

Instagram : aegis.gg

Facebook: @aegis.id