Hari ini kita sudah mengetahui betul bahwa bila ada salah satu game di esports di dunia yang memiliki potensi untuk mengadakan turnamen dengan Prize Pool terbesar di antara game esports lainnya, adalah Dota 2.

Dengan hadiah Minors + Majors musim ini yang mencapai $6.5 Juta dolar. Seandainya TI tahun depan, yaitu TI 10 menembus angka 35$ juta Dolar, kesimpulannya adalah hadiah TI kali ini akan lima kali lipat lebih tinggi dari total hadiah minor dan major.

Yang lebih menariknya lagi, karena 45% dari total kemenangan akan diambil oleh tim yang menjuarai TI, pemenang TI tahun 2020 akan pulang ke rumah dengan membawa hadiah yang lebih besar bila ada tim yang menjuarai semua minor dan major musim ini DIGABUNGKAN!.

Menyedihkannya lagi adalah, beberapa tim yang berada di atas ketika TI berakhir memiliki uang dan mental yang bagus untuk kehidupan mereka selanjutnya, sedangkan yang lain akan sangat menyesali apa yang mereka lakukan mengapa memilih DOTA sebagai tujuan karir hidup mereka. Tidak sehat.

Hadiah TI yang begitu tingginya!

Kalau ini tidak cukup untuk meyakinkan anda sebagai orang yang benar-benar mengikuti dora dari awal, entah anda adalah reporter, pemain, terlibat dalam organisasi ataupun fans dota dari awal maka akan saya beberkan 3 alasan lainnya kenapa situasi ini sangat payah dan sebenernya cukup mudah untuk dirubah:

  1. MENGANDALKAN TI SEBAGAI ALAT PROMOSI TIDAK LAGI BERDAMPAK SAMA SEPERTI SEBELUMNYA.

Kalau tujuan Valve mengembangkah Dota 2 dengan memberikan judul headline “5 Anak memenangkan jutaan dolar dengan menjuarai sebuah game turnamen” di surat kabar manapun, ya itu bekerja. Namun hanya untuk 3 ti di awal, sekarang anak-anak muda lebih tertarik untuk bermain Fortnite ataupun minecraft karena animasinya. Mereka bahkan tidak menginginkan untuk bermain dota, apalagi mereka tidak cukup umur untuk mempedulikan hadiah turnamen. Dan orang tua mereka pun hanya kagum dengan judul headline itu, hanya untuk beberapa menit setelah mereka membaca itu di kolom berita digital favorit mereka.

Maksud dan tujuan daripada DPC sistem, bukan lagi untuk sebagai media promosi. Melainkan untuk memberikan ekosistem yang berkelanjutkan sehingga orang-orang bisa menonton atau berkompetisi selama mungkin. Tentu saja, ini juga akan membuat ekosistem di dota lebih sehat dan kompetisinya lebih menarik lagi, dan tentu ini sudah seharusnya menjadi prioritas utama VALVE.

Acara pegelaran TI 9 di Shanghai

2. ADA ALASAN KENAPA ORANG-ORANG TIDAK PEDULI DENGAN T2/T3 SCENE DI DOTA DAN ITU BISA DIPERBAIKI SECARA PERLAHAN.

Bicara soal pro tim, banyak sekali investor di dota 2 Indonesia yang mulai perlahan-lahan memebubarkan timnya. Dimulai dari RRQ, EVOS, Cupcorn dan banyak tim lainnya. Ini salah satunya terjadi adalah karena untuk memberikan 5 orang waktu dan resource yang dibutuhkan mereka untuk bermain dota tidaklah cukup murah. Oleh karena itu, bisa terjadi kebobrokan finansial bila tidak cukup banyak hadiah turnamen yang bisa di dapet dari turnamen tier2/tier 3 scene entah itu di Indonesia ataupun secara global.

Terutama, banyak tim yang dibuat karena mengincar TI. Sedangkan hal itu tidak terjadi dalam satu malam saja, perlu banyak sekali proses grinding, dan memenangkan turnamen yang bisa mengcover biaya hidup 6 orang secara jangka panjang mungkin bisa membantu mereka untuk menarik sponsor, fans sehingga mereka bisa menjadi tim yang berkelanjutan.

Alasan besar dibalik kenapa banyak orang tidak terlalu peduli dengan Tier2/Tier3 scene adalah karena biasanya memiliki random stack di balik satu tim. Sehingga berdampak pada fans-fans yang tidak memiliki role model untuk ditonton, mereka tidak memiliki emosi terhadap para pemainnya, karena mereka tidak memiliki CERITA. Alasan mengapa Alliance tiba-tiba menjadi tim yang didukung oleh orang banyak adalah karena mereka memiliki sekumpulan pemain yang jelas, alasan mengapa mereka terus berjuang dan dibalik itu semua, ada ORGANISASI yang mendukung perjalanan mereka, Alliance. Baik secara finansial, moral maupun Konten terhadap publik.

Problemnya, sekarang tidak banyak organisasi yang memiliki keinginan ataupun sanggup secara finansial untuk membayar terhadap 5 pemain dan staff pendukung lainnya selama kurang lebih 2 tahun hanya untuk mereka bisa menembus tier 1 scene. Salah satu alasan terbesar Alliance bisa melakukannya adalah karena Loda dan teman-temannya yang memiliki passion yang besar terhadap game, serta figur mereka yang sudah dikenal oleh banyak orang. Seandainya uang dari TI sekian % masuk menuju DPC prizepool, menjalankan tim T2 tidak akan sesulit yang kita bayangkan dan semahal itu. Akan banyak organisasi yang berani untuk melakukannya dan komit melakukan itu dalam jangka panjang sehingga bisa melahirkan CERITA & Fanbase!

Begitu banyak Tier2/Tier 3 yang sudah bubar dari gambar ini

3. APAKAH SUDAH TERLAMBAT ?

Cukup banyak sebenernya solusi yang bisa dilakukan terhadap permasalahan ini, bahkan hal ini tidak perlu membuat Valve mengurangi profit yang mereka sudah dapatkan. Mereka bisa melakukan koreksi terhadap cara mereka men distribusikan TI’s Prize Pool mereka selama ini (Idealnya dari yang tertinggi) dan menaruh uang tersebut terhadap DPC sistem (yang sudah banyak di berikan saran oleh banyak orang maupun komunitas). Makin banyak turnamen yang berada di setiap regional, akan mendorong keaktifitan regional tersebut. Yang akhirnya berdampak pada sehatnya ekosistem di dota 2.

Mendapatkan hadiah sebesar $10K Dolar sudah sangatlah cukup dan bisa membuat mereka makan dengan layak selama kurang lebih 2-3 bulan. Tier 2 / Tier 3 scene tidak perlu kaya, namun mereka perlu uang yang cukup untuk tidak kelaparan dan membuktikan kepada lingkungan sekitar bahwa mereka pun bisa.

Namun, semua balik lagi kepada Valve apakah Valve merasa ada urgensi bahwa tier2/tier3 perlu di perhatikan dan lebih di pedulikan oleh mereka. Karena kita mengetahui betul bahwa makin lama GAP antara tier 2 / 3 hingga menuju ke TIER 1 semakin besar. Hal ini dikarenakan, tidak banyak anak muda yang berani memilih dota 2 sebagai karir mereka.Pada satu waktu yang sama, kita bisa melihat bahwa dengan tidak adanya tim underdog yang bermunculan, membuat kompetisi dota semakin jenuh karena melihat figur yang itu-itu aja.

Solusinya? Tidak perlu menunggu, dan berikan segera pengumuman itu sehingga para pemain dan organisasi bisa melakukan tindakan segera terhadap apa yang harus mereka lakukan dengan Dota 2 divisi mereka!

By : [Aegis Flip Flop]

Nah, buat kalian yang ingin ikut berkontribusi di dunia esports Indonesia yuk gabung sebagai coach atau content creator di Aegis? Gak kalah seru juga kalau kamu Ingin lebih jago di game favoritmu ? Yuk gabung dengan AEGIS, First Indonesia Educational Esports Platform!

Kunjungi

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

www.ae-gis.id