Red Bull melepas film dokumenter perjalanan OG meraih kemenangan TI 2018

Kemenangan tim OG pada The International 2018 yang lalu memang sangatlah menakjubkan. Mengingat bagaimana tim yang banyak dilihat orang sebagai underdog pada The International 2018 ini berjuang dari Open Qualifier hingga menuju Playoff, dan secara konsisten berada pada upper bracket hingga meraih kemenangan 3-2  setelah mengalahkan tim favorit yaitu PSG.LGD pada Grand Final.

Melihat bagaimana menakjubkannya kemenangan OG pada The International 2018 sehingga banyak orang menyebutnya sebagai The Biggest Comeback pada sejarah Dota 2 ini, tentu saja membawa kita pada rasa penasaran bagaimana perjuangan mereka di balik layar selama ini. Merk minuman energi asal Austria - Red Bull, yang juga menjadi sponsor dari tim OG ini merilis sebuah film dokumenter berjudul "Against the Odds" yang menceritakan kehidupan dibelakang layar para pemain.

Film dokumenter yang menceritakan bagaimana gambaran belakang layar pada scene e-sports memang sudah bukan hal baru lagi, terlebih Valve selaku developer dari Dota 2 selalu melepas film dokumenter berjudul "True Sight" pada setiap pagelaran turnamen e-sports terbesar setiap tahunnya - The International. Lantas, apa yang membedakan "Against the Odds" ini dengan dokumenter lainnya?

N0tail & Fly (2012)

Film dokumenter ini menceritakan awal perjalanan duo Tal "Fly" Aizik dan Johan "N0tail" Sundstein termasuk bagaimana perjalanan mereka mengikuti TI setiap tahunnya hingga mendirikan tim OG. Pada awal tim OG didirikan, mereka berhasil menjuarai 4 turnamen major. Namun layaknya dongeng, cerita tersebut tidak selalu bahagia. Tim tersebut ditinggalkan para pemainnya dan hanya meninggalkan N0tail dan Fly. Setelah kepergian Miracle, Cr1t, dan Moonmeander, mereka digantikan oleh ana, JerAx, dan s4. Secara mengejutkan setelah ESL One Birmingham Major 2018, dua pemain meninggalkan OG. Dan salah satunya adalah founder tim tersebut - Fly.

The two players are leaving, and one of them are my bestfriend. Spend 8 years together, and now it's over - Johan "N0tail" Sundstein

"Sudah jatuh tertimpa tangga" mungkin pepatah yang tepat bagi N0tail, seakan tidak ada harapan lagi yang tersisa untuk membangkitkan tim yang sudah ditinggalkan oleh founder sekaligus sahabatnya. Bahkan hal ini sempat membuat para pemainnya hampir menyerah dan pulang ke kampung halaman masing-masing. Namun tidak bagi coach dari OG - Sebastian "7ckingMad" Debs yang kemudian membawa tim tersebut ke Paris untuk mempersiapkan turnamen Dota 2 terbesar - The International 2018. 3 minggu sebelum TI 8 dimulai dan belum menemukan pengganti Fly dan s4 terdengar mustahil bukan? Layaknya bintang yang bersinar dibalik kegelapan, Topias "Topson" Taavitsainen direkrut menjadi midlaner (pos 2)  OG. Lalu bagaimana dengan posisi carry (pos 1 ) yang masih kosong? Satu-satunya yang masuk akal bagi mereka adalah Anathan "ana" Pham yang dimana saat itu ia vakum dari dunia Dota 2 akibat tekanan yang dihadapi ana setelah pagelaran TI 7.

Namun, kerja keras tidak menghianati hasil. Setelah jatuh bangun yang dihadapi oleh N0tail dan timnya. mereka berhasil menjuarai The International 8 sekaligus menghancurkan "Kutukan" yaitu dimana TI dengan tahun ganjil akan dimenangkan tim Barat, sedangkan tahun genap dimenangkan oleh tim Asia.


Banyak sekali cerita yang dapat kalian lihat sendiri dari "Against the Odds" ini selain drama mengharukan dari N0tail, termasuk bagaimana 7ckingMad yang sudah berhenti bermain Dota dari tahun 2015 berangkat sebagai coach, dan Topson yang hanyalah 'rookie' jika dibandingkan dengan pemain OG lainnya yang berujung menjadi salah satu pemain bintang pada TI 8. Bagi kalian yang tertarik untuk melihat dokumenter ini silahkan klik tautan berikut.

Kunjungi

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

www.ae-gis.id

Instagram : aegis.gg

Facebook: @aegis.id