Mengejar karir di dunia esports tidak harus dengan menjadi pemain profesional. Masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang terbuka lebar. Salah satunya adalah dengan menjadi shoutcaster yang tugasnya memandu dan membuat pertandingan menarik dilihat dan tidak membosankan.

Kalian tentu sudah tidak asing dengan sosok caster satu ini. Logatnya yang khas dan kesetiaannya terhadap komunitas membuat ia menjadi sosok caster yang dikenal luas di kalangan esports. Ia adalah Gisma Priayudha atau akrab disapa Melon.

AEGIS berkesempatan untuk melakukan podcast bersama Melon yang membahas mengenai awal karirnya di esports sampai pendapatnya akan DOTA 2 di Indonesia.

Sumber: Melon Fanpage

Bagaimana awal mengenal esports?

"Kenalnya dari Point Blank jaman-jamannya PBNC dan itu uda lama banget. Taunya dulu di esports ya ikutan lomba, hadiah dapet Rp2 juta dibagi 5. Dikasi 200 ribuan sudah senang, setidaknya bisa dibuat makan dan billing warnet. Banyak trofi yang didapat saat masih aktif di Point Blank, mulai dari menang 1 v 1 sampai menang saat masih aktif ngetim."

Kapan mulai tertarik menjadi caster di esports?

Awalnya ya karena nganggur saja ketika melihat League of Legends dan Heroes of Newerth di Justin TV (sekarang Twitch), seru aja sih melihat orang yang komentarin mereka main dan membuat saya sebagai penonton enjoy.

Memilih DOTA karena saat itu Point Blank tidak bisa ditonton ingame, LOL di Indo sepi, dan akhirnya aku menemukan yang namanya DOTA. Waktu itu sampai cari-cari beta key yang akhirnya ketemu seharga Rp35 ribu. Tapi buat bisa nonton in game DOTA juga susah karena masih dibatasi dan hanya ada 2 PC saja yang bisa main DOTA dan itupun harus ngantri dulu.

Waktu itu, siapa yang membawa Melon bisa terbang ke Jakarta untuk terjun menjadi caster?

Waktu itu namanya Farid, dia yang bilang ke aku dulu teman-teman sepantaran sama aku tidak ada yg betah menjadi caster. Kalau aku yang sudah effort buat terjun menjadi caster. Dari sudah ganti koneksi sampai sudah upgrade PC. Sudah bertekad harus serius menjadi caster karena percuma sudah mondar mandir sana sini selama 2 tahun, mending jadi karyawan aja kalau begitu.

Sumber: Melon Fanpage

Ketika mas Melon mulai terjun sebagai caster, siapa saja sih tim Dota 2 Indonesia yang sedang dominan?

Garuda Infinity, The Prime Smile, RRQ, Zero Latitude. Itu sebelum bisnis esports datang dan semua masih mengejar passion.

Apa yang membuat DOTA saat ini menurun jumlah pemainnya terutama di Indonesia?

"Effortnya sih yang harus totalitas yang tidak semua orang bisa. Ditambah lagi harga di iCafe juga mahal yang membuat orang-orang lebih memilih game mobile bisa dimainkan kapan aja dan dimana aja. Ditambah lagi, turnamen-turnamen skala kecil juga semakin minim.

Kalau misal ada pemain baru yang baru terjun di esports, Apa lebih mending game yang lagi tren? Atau bebas ikutin game asalkan diseriusin?

Sebenarnya apapun yang diseriusi pasti bisa asalkan ada yang menaungi. Ambil contoh di Filipina ada TNC Academy yang membuat turnamen yang menaungi pemain sampai 5000 orang dan semuanya user warnet. Bisnis warnetnya jalan, dapat user, ada turnamen yang menaungi yang membuat ekosistem Dota 2 di Filipina jalan banget.

Kalau disini agak susah, contoh mau buat turnamen PUBG billing on, user udah males. Ditambah lagi orang-orang juga mementingkan teknologi dan maunya main VIP. Sampai-sampai ada turnamen yang tidak boleh main di VIP.

Satu lagi adalah faktor SDMnya,apalagi susah mencari pemain yang lebih mementingkan prestasi ketimbang ketenaran.

Sumber: Melon Fanpage

Seandainya BOOM bisa lolos major atau bisa lolos TI? Apa kedepannya orang-orang bisa kembali aktif dengan memainkan DOTA.

"BOOM Esports itu menunjukkan ke komunitas kalau mereka adalah kebanggaan esports Indonesia dengan kehadiran divisi-divisi mereka termasuk. Jadi orang mengenal Indo Pride ya BOOM Esports.

Tentu, kalau mereka bisa lolos major atau lolos TI, nama mereka pasti naik dan orang-orang bisa kembali aktif bermain DOTA.

Apa ada Shoutout untuk para lele dan komunitas DOTA terutama KBBD?

"Jadi buat lele, aku ga bakal meninggalkan komunitas DOTA dan terus stay sampai DOTA bubar. Bakal kasi banyak konten buat lele dan teman-teman KBBD, aku pengennya mereka ga cuma main, ada satu titik kaya kamu bisa membuat tim, mengikuti turnamen-turnamen yang akhirnya berprestasi.

Ambil contoh Mikoto dan Fbz ketika aku cast di Kaskus banyak organisasi yang tanya ke aku dia siapa dia MMRnya berapa dan akhirnya keduanya saat ini bermain di BOOM. Kalian harus menunjukkan diri sendiri dulu bisa dengan leaderboard atau aktif mengikuti turnamen-turnamen yang ada.

Kunjungi

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

www.ae-gis.id

Instagram : aegis.ggFacebook: @aegis.id