Carry adalah peran krusial dalam Dota 2. Layaknya from zero to hero carry merupakan suatu sosok protagonis yang awalnya harus struggle di laning stage, dibully oleh support musuh nantinya merupakan faktor kunci kemenangan bagi timnya. Bagi kamu yang haus kill dan memang punya jiwa-jiwa superhero, mungkin role carry ini cocok bagimu.

Selain Tips ini kamu juga bisa lihat tips lain dari Aegis: Mengapa soft skills dibutuhkan pro player.

Lanjut, pada MMR dibawah 4k banyak skenario yang bisa terjadi bagi para pemain carry. Oleh karena itu pada artikel kali ini akan dibagi menjadi 4 outline. Outlinenya adalah:

  1. Drafting
  2. Cara Main
  3. Kesalahan yang harus dihindari
  4. Tips

Drafting

Pada game pub, umumnya carry akan dipilih pada draft pilihan ke 3 atau ke 4. Tapi pada skenario tertentu carry juga bisa di pick sebagai last pick. Hal ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang bermain di bracket dibawah 4k. Kenapa? karena dengan last pick, kamu dapat meminimalisir adanya counter pick dari musuh.

Sayangnya di bracket 4k, banyak pemain yang berlomba-lomba menjadi carry. Oleh karena itu jika kamu termasuk orang yang ingin secure pick carry, maka kamu perlu menyesuaikan hero carry yang akan kamu pilih. Jika kamu termasuk first picker carry, maka Aegis menyarankan hero-hero sebagai berikut:

  • Juggernaut. I’m Juggernaut Bitch! salah satu carry terfleksibel dalam dunia Dota 2. Juggernaut mempunyai semua mekanik dan skill yang dapat menyesuaikan strategi dari game yang kamu mainkan. Dia bisa farming dengan cepat, dia bisa split push tanpa takut dibunuh dengan blade fury, dan dia juga bisa membantu pushing dan sustain dengan healing ward. Belum lagi omnislash atau ulti dari juggernaut ini juga bisa memenangkan war di area penting seperti di Roshan.
  • Bristleback. Carry strength yang sangat terkenal dengan ketebalannya ini merupakan semi-carry dan semi-tank yang cukup baik apabila dipilih di awal draft/pick. Walaupun Bristleback atau BB mudah dicounter, akan tetapi potensi flash farming dan menjadi hero yang kuat kasta-nya dalam menit-menit tertentu sangatlah berbahaya bagi musuh. Hero ini juga mempunyai potensi snowball yang tinggi. Sehingga apabila tidak benar-benar dijaga oleh musuh dan bisa mendapat kill banyak diawal, musuh akan kesulitan untuk comeback. That’s why some people called this hero BristleBoss.
  • Bloodseeker. Hero ini sangat populer di bracket 4k mmr kebawah. Satu poin terkuat dari hero ini adalah kekuatannya di laning stage serta transisi dari laning stage ke mid game. Saat level 6 apabila mempunyai laning yang bagus, maka hero ini bisa snowball dan berotasi ke mid atau ke lane lain. Lalu dari situ, Bloodseeker juga bisa menghabiskan jungle musuh dengan cepat. Potensi untuk mengacaukan ritme carry dan mid musuh yang besar inilah yang membuat Aegis menyarankan hero ini.

Selain hero-hero first pick yang disarankan di atas, apabila kamu mendapatkan tim yang benar bermain sesuai role-nya maka ada hero tertentu yang bisa membantumu menang mudah. Penasaran, kuy simak daftar heronya dibawah ini:

  • Phantom Lancer. Alias Phantom Cancer, hero ini benar-benar gak ada obat jika tidak di counter oleh musuh. Apabila musuh tidak memakai hero AOE burst semacam earthshaker dan counter ilusi lainnya, maka bisa dipastikan kamu akan menang mudah dengan menggunakan Phantom Lancer.
  • Timbersaw. Aka strength killer. Selain ketebalan dan kekuatannya di laning stage, hero ini juga mempunyai potensi snowballing yang tinggi. Gunakan hero ini apabila musuh banyak memilih hero strength dan buat HP mereka meleleh dengan skill-skill Timbersaw.
  • Lycan. Salah satu coach di Aegis, Flipflop pada saat awal bermain DOTA menggunakan dan ngespam hero ini dari 4k hingga 5k. Hero ini sangat direkomendasikan oleh Aegis karena pada bracket MMR dibawah 4k, pemain masih belum bisa bermain objektif dengan baik. Disitulah peran Lycan dengan kemampuan punishing yang luar biasa apabila kamu dapat menang war, bisa jadi barrack musuh juga hancur. Kelemahan Lycan adalah hero ini tidak terlalu kuat di laning stage. Oleh karena itu jangan lupa minta support untuk menjagamu saat di laning stage.

Cara Main yang direkomendasikan Aegis

Aegis akan memberikan beberapa cara main atau playstyle yang perlu diperhatikan agar bisa stand out dan menang di bracket 4k kebawah.

  • Rotasi sebagai kunci Snowball. Pada menit-menit dimana tim musuh sudah memiliki ulti (sekitar 7-10 menit pertama) safelane menjadi lane yang paling berbahaya. Mengapa? karena tower safelane merupakan tower 1 yang paling mudah untuk di push. Sehingga musuh akan melakukan rotasi kesitu. Oleh karena itu saat kamu bermain sebagai carry, usahakan selalu berkomunikasikan dengan tim untuk mencari peluang rotasi. Target utama rotasi adalah mid dan carry. Jadi jangan lupa ketika kamu sudah level 6 dan kamu mempunyai potensi membunuh dengan ulti (misal omnislash dan rupture). Jika rotasi berhasil maka tidak saja kamu dapat secure snowball tapi kamu juga bisa melemahkan core musuh.
  • Dapatkan item kunci secepatnya. Pada beberapa carry, ada item-item tertentu yang bisa membuat heromu menjadi sangat kuat dibandingkan hero lain di map. Contohnya adalah ketika Phantom Lancer mendapatkan diffusal blade atau Bristleback mendapatkan vanguard. Agar kamu bisa mendapatkan item tersebut, kamu harus tahu bagaimana pola farming yang aman serta jauhi dulu war apabila memungkinkan. Karena sebelum mendapatkan item kunci, carry hanyalah seorang Peter Parker sebelum digigit laba-laba. Lemah tanpa daya.
  • Komunikasi dan Pimpin tim mu untuk mendapatkan objektif. Objektif di Dota adalah suatu langkah dari tim untuk mendapatkan keuntungan signifikan. Biasanya objektif didapatkan ketika tim tersebut berhasil menghancurkan tower atau secure Roshan. Nah, sebagai carry kamu wajib aktif berkomunikasi apabila kamu mendapatkan item yang bisa membantu tim mu mendapatkan objektif tersebut. Karena dengan begitu kamu bisa selangkah lebih maju daripada tim lawan.

Kesalahan yang Harus dihindari

  1. Hemat pangkal . . . Koid

Jangan pelit-pelit dalam membeli item ransum atau regen item saat di lane. Bagaikan bayi, kamu sebagai carry perlu di baby sit dan mendapatkan banyak experience. Oleh karena itu jangan sampai gara-gara kamu ingin menghemat untuk mendapatkan item (yes, i see you midas user) hingga kamu tidak bisa farming atau malahan mati.

  1. Posisi farming menentukan prestasi

Seperti yang sudah Aegis bahas diatas, posisi farming yang bagus dapat mengurangi resiko seorang carry mati tidak perlu. Salah satu tempat yang paling beresiko adalah jungle disaat safelane tower mu telah hancur. Selain itu, kamu sebagai carry juga perlu tahu apakah kamu memenangkan laning stage atau tidak, dan bagaimana status laning stage yang lain. Jangan sampai jika kamu menang laning stage, kamu malah tidak memberikan pressure atau tekanan pada lane lawan tapi malah farming di hutan. Hal ini malahan membuat carry musuh atau core musuh bisa mendapatkan recovery farming. Lain lagi jika kamu kalah dari laning stage, dimana kamu harus menjauhi war dan menunggu untuk mendapatkan item kunci

  1. Timing is everything

Saat bermain carry, timing adalah segalanya. Salah satu contoh utama adalah timing saat memulai war. Sebagai carry kamu harus memastikan bahwa item kunci kamu sudah siap. Item seperti BKB adalah salah satu item wajib bagi carry apabila musuh memiliki banyak disable dan nuke. Bahkan timing penggunaan BKB juga harus diperhatikan. Selalu cek skill musuh yang sudah keluar dan pastikan kamu gunakan BKB saat kamu bisa menyerang hero musuh. Secara situasional kamu juga bisa menggunakan BKB untuk kabur atau lari dari kematian. Sangat disarankan juga bagi carry agar kamu menunggu skill pemain support keluar atau dipancing oleh hero initiator tim mu baru kamu maju untuk menyerang musuh. Dengan begitu damage output sebagai carry bisa maksimal

Tips dari Aegis

  1. Stay Tune dan Simak tutorial dari pemain yang lebih berpengalaman. Jika bisnis saja bisa sukses dengan cara amati, tiru, modifikasi, Aegis yakin kamu juga bisa melakukannya dengan amati tiru modifikasi pemain yang kamu anggap lebih jago/idol kamu.
  2. Enjoy The Grind. Dota adalah permainan yang tidak hanya penuh kesenangan. Tapi juga toxic, karena intensitas kompetisi dan kurangnya toleransi dan empati antar player. Oleh karena itu selalu adaptasi gaya permainan tim mu dan selalu sebarkan positive vibe alias Positive Mental Attitude. Ingat kata Arteezy “BabyRage” Babaev. It’s either winning or learning!
  3. Komunikasi. Berusaha untuk komunikasi dengan tim mu dan jangan selalu berasumsi. Ingatkan jika kamu sebagai carry membutuhkan support item tertentu atau jika kamu butuh bantuan. Dan sebaliknya jangan terlalu keras kepala karena satu game yang 100% menang bisa kacau jika carrynya tiba-tiba ngide dan maju sendiri diving fountain, sedangkan timnya masih di belakang. Belum lagi jika kamu tidak punya buyback.

Pengen  ikut berkontribusi di Esports Indonesia? Yuk gabung bersama kita  sebagai Coach atau Content Creator di Akademi Esports Indonesia! Yuk  bergabung dengan AEGIS, Your First Indonesia Educational Esports  Platform!

Kunjungi

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

Website : www.ae-gis.id

Instagram : aegis.gg

Facebook : @aegis.id

JOIN OUR DISCORD CHANNEL! https://discord.io/Aegisid