Kabar mengejutkan datang dari Virtus Pro. Meski mereka hasil cukup memuaskan dengan berhasil lolos ke DOTA Summit 11 namun mereka justru memutuskan mundur dari turnamen tersebut.

Roman Dvoryankin, General Manager dari Virtus Pro mengaku permasalahan visa membuat mereka memutuskan untuk mengundurkan diri.

"Kami telah melakukan banyak upaya dalam hal-hal yang dapat kami ubah namun ada faktor-faktor di luar kendala kami. Sangat disayangkan kami harus melewatkan DOTA Summit karena kami tiga kali menjadi juara di turnamen ini. VP sebelumnya menjadi juara DOTA Summit di edisi 6 sampai ke 8.

Belum diketahui siapakah yang menjadi pengganti dari Virtus Pro. Namun mengingat turnamen yang tidak sampai 1 bulan jfshfh178 yang berpeluang untuk menjadi tim yang menggantikan mengingat mereka menjadi peringkat ketiga di kualifikasi CIS saat itu.

ESL One Hamburg 2019 menjadi turnamen offline perdana bagi roster terbaru Virtus Pro. Roman mengaku bakal memberikan evaluasi roster berdasarkan hasil yang didapat di turnamen tersebut.

Meski meraih hasil buruk saat kualifikasi MDL Chengdu Major namun Virtus Pro bermain sangat baik saat kualifikasi DOTA Summit 11. Mereka sukses mengalahkan Old but Gold dan jfshfh178 saat kualifikasi.

ESL One Hamburg 2019 akan diadakan di Barclayland Arena Hamburg, Jerman. Turnamen ini akan diadakan pada 25-27 Oktober 2019 dan memperebutkan total hadiah mencapai $300 ribu (sekitar Rp4,2 miliar).

Meski gagal mengikuti DOTA Summit 11 namun menarik dilihat bagaimana roster terbaru Virtus Pro di ESL One Hamburg 2019 yang saat ini dihuni oleh 2 pemain yang masih baru di kompetitif Dota 2.

Kunjungi

AEGIS (Akademi Esports Indonesia)

www.ae-gis.id

Instagram : aegis.ggFacebook: @aegis.id